Tugas 1 Etika dan Profesionalisme SI

Etika, Profesi, Profesionalisme


1.    Jelaskan pengertian etika, profesi dan profesionalisme !
2.    Sebutkan ciri khas profesi dan ciri-ciri profesionalisme !
3.    Jelaskan kode etik profesional !

Jawab :

1.  – Etika
Berdasarkan artikel yang disunting dari Wikipedia.org, Etika berasal dari kata yunani kuno (ethikos) yang berarti timbul dari kebiasaan. Etika sendiri adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas mengenai penilaian moral. Etika mencakup analisis penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Dalam kehidupan bermasyarakat, etika diperlukan untuk menjadi pegangan dalam mengatur tingkah laku masyarakat.
 - Profesi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, profesi diartikan sebagai bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (seperti keterampilan, kejuruan dan sebagainya) tertentu.
- Profesionalisme
Masih dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, profesionalisme adalah mutu, kualitas dan tindak tanduk yang merupakan ciri dari suatu profesi atau orang yang profesional.

2. – Ciri khas profesi
Berdasarkan International Encyclopedia of Education yang disadur dari wartawarga.gunadarma.ac.id terdapat 10 ciri khas profesi, berikut adalah beberapa ciri khas dari profesi.
  • Penerapan praktis dari teknik intelektual pada urusan praktis.
  • Kemampuan untuk kepemimpinan pada profesi sendiri.
  • Suatu bidang pekerjaan yang teroganisir dari jenis intelektual yang terus berkembang dan diperluas.
  • Pengakuan sebagai profesi.
  • Dll.
- Ciri Profesionalisme
Seseorang yang memiliki jiwa profesionalisme memiliki ciri :
    • Mengejar kesempurnaan hasil, sehingga kita dituntut selalu peningkatan mutu.
    • Memerlukan kesungguhan dan ketelitian kerja yang hanya diperoleh melalui pengalaman dan kebiasaan.
    • Menuntut ketekunan dan ketabaham, yaitu sifat tidak mudah puas atau putus asa sampai hasil tercapai.
    • Memiliki integritas tinggi yang tidak tergoyahkan
    • Memerlukan kebulatan pikiran dan perbuatan, sehingga terjaga efektivitas kerja yang tinggi.

3. Kode etik profesional adalah pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.

Nilai professional dapat disebut juga dengan istilah asas etis.(Chung, 1981) mengemukakan empat asas etis, yaitu : (1). Menghargai harkat dan martabat (2). Peduli dan bertanggung jawab (3). Integritas dalam hubungan (4). Tanggung jawab terhadap masyarakat.


Sumber :







Tugas 3 Pengantar Telematika

1.    Jelaskan satu metode yang digunakan untuk mengamankan layanan telematika !
Jawab :
Kriptografi adalah salah layanan yang dapat diterapkan dalam layanan telematika. Kriptografi menggunakan teknik enkripsi/tersandi dimana data atau informasi yang ingin dikirim (plaintext) akan diubah menjadi pesan tersandi (chipertext). Layanan kriptografi saat ini adalah layanan yang popular dalam mengamankan layanan telematika.

2.  Jelaskan menurut pendapat masing-masing tentang salah satu contoh kasus yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari mengenai gangguan yang muncul dalam mengakses layanan telematika !
Jawab :
Salah satu contoh kasus yang terjadi dalam gangguan layanan telematika adalah tindak kriminal di dunia cyber (cyber crime). Contoh dari cyber crime sendiri seperti meretas sebuah situs web, menyebarkan virus melalui malware, sampai yang paling ekstrem adalah pengambilalihan suatu komputer yang telah terinjeksi virus atau program jahat sejenis yang lain oleh komputer lain.

3. Apa perbedaan metode pengamanan layanan telematika antara perangkat yang menggunakan kabel dengan perangkat yang menggunakan wireless ?
Jawab :
§    Metode pengamanan layanan telematika pada perangkat wireless lebih kompleks dan beragam dari pada perangkat kabel karena dari segi gangguan yang timbul, lebih banyak gangguan yang terjadi pada perangkat wireless dari pada perangkat kabel.
§     Lebih sulit untuk mengamankan jaringan wireless dari hacker dibandingkan dengan jaringan kabel klasik. Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa jaringan wireless dapat diakses di mana saja dalam berbagai antena. Sedangkan pada jaringan kabel, orang harus menghubungkan kabel UTP kedalam port hub/switch, maka tentu lebih mudah mengawasi siapa saja yang boleh terhubung ke suatu jaringan.
§    Pada wireless data mudah dicuri selama ada sinyal yang bisa terkoneksi, dan mudah terkena interferensi frekuensi sedangkan kabel tidak mudah terkena interferensi frekuensi karna jalurnya khusus.

Pengantar Telematika - Jaringan Komputer


1. Jelaskan tentang perkembangan jaringan komputer sebagai sarana yang digunakan dalam proses telematika baik yang menggunakan kabel maupun yang tanpa kabel!

Menurut Saya, perkembangan jaringan komputer saat ini sudah sangat maju. Dengan pengembangan teknologi baik itu kabel maupun nirkabel, sudah sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari baik itu dalam pekerjaan maupun dalam komunikasi. Contoh dari perkembangan jaringan komputer saat ini adalah pada jaringan nirkabel. Teknologi WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah satu contoh perkembangan jaringan komputer nirkabel. WiMAX memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun backhaul.

2.  Keuntungan dan kerugian :
    a.      Teknologi peer-to-peer
    b.      Teknologi client-server
Berikan contoh komunikasi baik yang peer to peer maupun yang client-server

Keuntungan Peer to Peer:
-   Pelaksanaan tidak terlalu mahal
-   Tidak membutuhkan software server
-   Tidak membutuhkan administrator netwok yang handal
Keuntungan client server:
-   Memberikan keamanan lebih baik
- Lebih mudah pengaturannya bila networknya besar karena administrasinya disentralkan
-   Semua data dapat dibackup pada satu lokasi sentral
Kerugian Peer to Peer:
-   Tidak cocok untuk network skala besar
-   Tiap user harus dilatih untuk menjalankan tugas administratif
-   Keamanan kurang
Kerugian client server:
-  Membutuhkan spesifikasi hardware yang tinggi dan mahal
-  Membutuhkan profesional administrator
-  Mempunyai titik lemah jika menggunakan satu server, data user menjadi tidak ada jika server mati

3. Jelaskan menurut pendapat masing-masing tentang perkembangan teknologi wireless yang meliputi hardware, sistem operasi dan program aplikasi yang digunakan pada perangkat wireless!

Teknologi WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah satu contoh perkembangan jaringan komputer nirkabel. WiMAX memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga merupakan teknologi dengan open standar. Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX dapat diaplikasikan untuk koneksi broadband ‘last mile’, ataupun backhaul.

Resensi Artikel

1.        Data Publikasi
·         Judul        : Analisa Pemanfaatan Data Warehouse di Depnakertrans
·         Penulis      : Anto Pribadi, Dwi Erika Pitasari, I Wayan S. Wicaksana, Dj Juarsa
·         Penerbit    : Universitas Gunadarma
·         Tema        : Teknologi Data Warehouse
2.        Sinopsis atau Ringkasan
Dilingkungan Depnakertrans saat ini membutuhkan sebuah sistem informasi terpadu yang dapat mengolah data tanpa menimbulkan kerangkapan data. Datawarehouse merupakan kumpulan utama historical data yang berasal dari sumber-sumber berbeda, tetapi data yang dihasilkan tidak menimbulkan duplikasi dan pengkodean yang berbeda sumber. Dengan kemampuan yang dimiliki, Datawarehouse memiliki kemampuan integritas dalam menyediakan kebutuhan data dan informasi secara cepat dan terpadu di lingkungan Depnakertrans.
3.        Keunggulan
Keunggulan dari artikel ilmiah ini adalah, penulis menjelaskan mengenai keunggulan Datawarehouse dalam menangani masalah duplikasi data dan pengkodean yang tidak sama di lingkungan Depnakertrans
4.        Kerugian
Terlalu banyak teori yang di jelaskan di artikel ilmiah dan penjelasan mengenai implementasi kurang dapat dipahami karena tidak mencantumkan contoh gambar.
5.        Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari artikel ini adalah kemampuan teknologi Datawarehouse dalam menangani masalah duplikasi dan kerangkapan data sehingga dapat membantu Depnakertrans dalam pengolahan historik data sehingga memudahkan mereka dalam mengambul keputusan.