The Grain In the Stone

4:31 PM 0 Comments



The Grain in the Stone Menceritakan mengenai arsitektur yang terbuat dari Bebatuan. Salah satu lompatan besar dalam pendakian manusia adalah membentuk lingkungan, memasuki ruang hidup. Ini adalah mengenai arsitektur dan kebangkitan kota. Salah satu langkah terbesar dalam tahap pendakian manusia adalah munculnya ahli batu. Alih-alih tinggal di dalam gua-gua atau rumah-rumah yang terbuat dari bumi, manusia membangun rumahnya dari kayu dan batu dan batu bata. Hal ini mungkin terlihat seperti perubahan kecil namun ternyata sangat besar. Ini menandai pemahaman baru tentang alam, bahwa pemahaman tersebut adalah sesuatu yang dapat anda ambil secara terpisah, memahami dan kemudian disatukan kembali dengan cara baru.

Ini memungkinkan munculnya kota – kota, tidak hanya secara fisik dengan menyediakan bangunan yang diperlukan/dibutuhkan, tetapi juga dengan memberikan pemahaman baru mengenai masyarakat manusia sebagai sesuatu yang terbuat dari bagian bekerja bersama.

Sebuah kota terdiri dari orang-orang yang bekerja sama dengan cara tertentu. Secara khusus:
1.    Pembagian kerja : seorang pria melakukan satu jenis pekerjaan seluruh hidupnya dan menjadi sangat baik dalam hal itu, bahkan mungkin datang dengan penemuan-penemuan baru. Bukan hanya tukang batu tapi pengrajin lain seperti tembikar, pandai besi tembaga dan penenun. 

2.    Rantai komando : yang memungkinkan sebuah kota atau orang untuk bertindak sebagai satu dan mencapai hal-hal untuk kebaikan yang lebih besar, seperti pengendalian air dengan irigasi. Informasi datang ke sebuah komandan atau penguasa di pusat dan aliran perintah keluar. Untuk itu untuk bekerja, Anda perlu jalan, jembatan dan pesan.

Ketika Inca jatuh ke tangan Spanyol pada tahun 1532 mereka hanya ada di tahap ini. peradaban mereka dipotong pendek sebelum datang dengan roda, lengkungan atau bahkan menulis. Mereka terus mencatat pada sebuah string rajutan yang disebut quipu, tetapi hanya mencatat angka bukan kata-kata.

Orang-orang Yunani, meskipun cinta mereka yang begitu besar kepada geometri, tidak pernah datang dengan lengkungan. Itu adalah penemuan romawi. Dengan menyebarkan beban itu memungkinkan kolom untuk menahan berat badan lebih atau menyebar jauh terpisah. Lengkungan Romawi dan kemudian satu Arab didasarkan pada lingkaran.

Sekitar seribu tahun kemudian, lebih tepat sekitar tahun 1100 datang lengkungan Gothic, oval atau lengkungan runcing katedral Gothic di Eropa bagian utara. Dengan menyebarkan beban bahkan lebih dari lengkungan Romawi, bangunan bisa naik sampai 40 meter. Dan karena lengkungan, bukan dinding, yang mengangkat bangunan, dimungkinkan jendela besar kaca patri.

Lengkung Gothic adalah terobosan besar terakhir dalam dunia arsitektur sampai tahun 1800-an dengan munculnya bangunan dibuat dengan kerangka baja.
Lelaki dibangun katedral Gothic bukan karena ia tiba-tiba dibutuhkan besar, gereja-gereja yang indah, tapi karena ia bisa. Manusia suka membuat hal-hal, begitu banyak sehingga ia sering membuat mereka lebih baik daripada dia harus. Yang pada gilirannya memungkinkan hal untuk digunakan di luar tujuan mereka, mengarah ke cara-cara baru dalam melakukan sesuatu - teknologi.

Mengambil hal-hal yang terpisah dan menempatkan mereka kembali bersama-sama meletakkan dasar selama lebih dari sekedar arsitektur dan kota-kota tetapi juga untuk pemahaman baru tentang alam - yang saat menjadi ilmu pengetahuan.

Setelah berhasil berburu dan akhirnya bisa melawan kerasnya isi bumi ini manusia ternyata butuh yang namanya tempat tinggal, disini manusia pertama hanya tinggal di dalam bangunan – bangunan alamia bumi, dan akhirnya menciptakan sebuah tempat untuk berteduh dan terus menerus hingga kini, menjadikan bebarapa bangunan yang mampu menyentuh langit. Dengan ketinggian setinggi gunung.

Salah satu langkah terbesar manusia adalah munculnya tukang batu. Yang semula tinggal di gua - gua atau rumah - rumah yang terbuat dari bumi, sekarang manusia sudah membangun rumahnya dari kayu dan batu dan batu bata. Mungkin tampak seperti sebuah perubahan kecil tetapi sebenarnya itu besar.

Dan semakin lama - kelamaan terbentuknya juga gedung, kota, dan bangunan - bangunan lainnya. Ini merupakan suatu pemahaman baru tentang alam yang menjelaskan bahwa sesuatu yang Anda dapat diambil terpisah, memahaminya lalu kemudian dimasukkan kembali dengan cara baru. Ada lagi pemahaman lainnya yaitu pemahaman munculnya kota-kota. Bahwa tidak hanya secara fisik dengan memberikan bangunan yang diperlukan, tetapi juga dengan memberikan pemahaman baru tentang masyarakat manusia sebagai sesuatu yang terbuat dari bagian - bagian yang bekerja bersama - sama.

Sebuah kota terdiri dari orang-orang yang bekerja sama dengan cara tertentu. Caranya adalah pembagian kerja, antai komando. Cara pembagian kerja contohnya adalah seorang pria melakukan satu jenis pekerjaan dalam hidupnya dan menjadi sangat bagus dengan penemuan-penemuan baru. Tidak hanya para tukang batu, tetapi juga pengrajin lain. Sedangkan antai komando adalah sebuah kota atau orang-orang yang bertindak untuk mencapai hal-hal untuk kebaikan yang lebih besar, seperti pengendalian air irigasi. Informasi datang ke sebuah komandan atau penguasa di pusat.

Manusia mulai mengenal dan memahami arsitektur bangunan dan patung, hal tersebut membuat manusia mulai berbudaya dan mengenalkan kita kepada hal tersebut. Budaya yang mendorong manusia ingin terus berimajinasi dan mengembangkan struktur-struktur baru. Sejak dari zaman-zaman sebelumnya, mereka sudah mengenal arsitektur-arstektur bangunan. Namun budaya mendorong mereka untuk dapat berimajinasi lebih untuk memciptakan hal-hal baru dalam kehidupan mereka.

Manusia membangun katedral Gothic bukan karena ia tiba-tiba dibutuhkan, tetapi karena ia bisa. Manusia senang sekali membuat hal-hal yang begitu banyak sehingga ia sering membuat sesuatu yang berguna dan lebih baik daripada dia harus merusak dunia. Yang pada gilirannya memungkinkan hal-hal yang akan digunakan di luar tujuan yang telah ditetapkan, mengarah pada cara-cara baru dalam melakukan perubahan sesuatu.

Perkembangan ini terlihat lebih dominan pada bangsa romawi yang menciptakan patung serta bangunan-bangunan megah dengan arsitektur yang sangat hebat dan dipadukan dengan imajnasi para penduduk serta perkembangan budaya yang mendukungnya.

Pada dasarnya evolusi budaya-lah yang membuat manusia menjadi yang sekarang ini dengan proses yang panjang dan perkembangan pemikiran manusia yang ingin berubah lebih baik dari sebelumnya. Dengan memanfaatkan imajinasi mereka yang menyebabkan perkembangan ilmu dan teknologi dalam era sekarang ini.

Adapun dari belahan bumi lain perkembangan seni bangunan yang di bangun pada abad sebelum masehi namun masih bisa kita nikmati sampai sekarang yaitu taman gantung di babylonia yang di bangun pada tahun 600 SM.

Berikut adalah beberapa contoh sejarah perkembangan arsitektur buatan manusia :

Taman gantung yang dibangun Raja Nebukadnezar II yang puncak kejayaannya sekitar 612 SM, kemudian menjadi sangat terkenal ke seluruh penjuru dunia dan dikagumi rancangannya hingga kini. Taman Gantung Babylon ini kemudian menjadi monumen agung Kerajaan babylon yang tiada duanya. Luas taman ini diperkirakan 4 are (1 acre = 4046.86 m²). Wujud arsitekuralnya sangat unik, karena bertingkat-tingkat. Taman ini ditanami berbagai pepohonan indah dan dilengkapi sistem pengairan hingga ketinggian 100 meter di atas permukaan tanah. Dari puncak taman ini dapat disaksikan pemandangan di sekeliling Kerajaan Babylonia.

Di daratan afrika juga terdapat bangunan yang di bangun pada zaman sebelum masehi yaitu piramida giza yang terletak di mesir.

Piramida Agung Giza adalah bagian utama dari kompleks bangunan makam yang terdiri dari dua kuil untuk menghormati Khufu (satu dekat dengan piramida dan satunya lagi di dekat Sungail Nil), tiga piramida yang lebih kecil untuk istri Khufu, dan sebuah piramida "satelit" yang lebih kecil lagi, berupa lintasan yang ditinggikan, dan makam-makam mastaba berukuran kecil di sekeliling piramida para bangsawan. Salah satu dari piramida-piramida kecil itu menyimpan makan

Makam Ratu Hetepheres (ditemukan pada tahun 1925), adik, dan istri Sneferu serta ibu dari Khufu. Juga ditemukan sebuah kota, termasuk sebuah pemakaman, toko-toko roti, pabrik bir, dan sebuah kompleks peleburan tembaga. Lebih banyak lagi bangunan dan kompleks ditemukan oleh Proyek Pemetaan Giza.

Dari sekian banyak bangunan yang indah yang di bangun pada abad sebelum masehi yang menjadi pokok permasalahannya bukan Yang dinilai adalah bagus tidaknya bangunan tersebut melainkan bagaimana bisa pada zaman dahulu bisa dapat membuat bangunan seperti ini dan masih bisa kita nikmati dan berdiri dengan kokohnya sampai sekarang serta apa rahasianya yang digunakan oleh orang-orang romawi untuk membuat bangunan tersebut teknik-teknik yang digunakan oleh orang – orang zaman dahulu untuk membangun sesuatu tanpa adanya bantuan teknologi sama sekali dan sekarang masih menjadi topik perbincangan oleh orang-orang dan kalangan –kalangan ilmuwan sekalipun. Sedangkan untuk di yunani yang dikenal sebagi negara dengan seribu dewa banyaknya kuil-kuil yang dipercaya oleh orang-orang zaman dahulu untuk tempat peribadahan kepada dewa mereka yaitu zeus.

Tanpa disadari perkembangan seni bangunan yang terjadi dari zaman sebelum masehi dilatari oleh sebuah berkembangnya agama yang membawa suasana pembaharuan dalam dunia arsitektur bangunan seperti perkembangan arsitektur gereja

Contoh perkembangan arsitektur dalam agam islam

Pada tahun 630 M, Nabi Muhammad beserta tentaranya berhasil menaklukkan Makkah dari suku Quraish. Pada masa ini bangunan suci Ka'bah mulai didedikasikan untuk kepentingan agama Islam, rekonstruksi Ka'bah dilaksanakan sebelum Muhammad menjadi Rasul. Bangunan suci Ka'bah inilah yang menjadi cikal bakal dari arsitektur Islam. Dahulu sebelum Islam, dinding Ka'bah dihiasi oleh beragam gambar seperti gambar nabi IsaMaryamIbrahim,berhala, dan beberapa pepohonan. Ajaran yang muncul belakangan, terutama berasal dari Al Qur'an, akhirnya melarang penggunaansimbol-simbol yang menggambarkan makhluk hidup terutamamanusia dan binatang.
Pada abad ke-7, muslim terus berekspansi dan akhirnya mendapatkan wilayah yang sangat luas. Tiap kali muslim mendapatkan tanah wilayah baru, yang pertama kali mereka pikirkan adalah tempat untuk beribadah, yaitu mesjid. Perkembangan mesjid di saat-saat awal ini sangat sederhana sekali, bangunan mesjid tidak lain berupa tiruan dari rumah nabi Muhammad,atau kadang-kadang beberapa bangunan diadaptasikan dari bangunan yang telah ada sebelumnya, misalnya gereja
Pada awalnya bangunan Ka'bah terdiri atas dua pintu serta letak pintu Ka'bah terletak di atas tanah, tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi. Pada saat Muhammad SAW berusia 30 tahun dan belum diangkat menjadi rasul, dilakukan renovasi pada Ka'bah akibat bencana banjir. Pada saat itu terjadi kekurangan biaya, maka bangunan Ka'bah dibuat hanya satu pintu. Adapula bagiannya yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan Ka'bah, yang dinamakan Hijir Ismail, yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi Ka'bah. Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya, karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang dimuliakan oleh bangsa Arab saat itu.
Nabi Muhammad SAW pernah mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali Ka'bah karena kaumnya baru saja masuk Islam, sebagaiman tertulis dalam sebuah hadits perkataannya: "Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan aku turunkan pintu Ka'bah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail ke dalam Ka'bah", sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.
Ketika masa Abdullah bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan itu dibangun kembali menurut perkataan Nabi Muhammad SAW, yaitu diatas pondasi Nabi Ibrahim. Namun ketika terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan penguasa daerah Syam (SuriahYordania dan Lebanon sekarang) dan Palestina, terjadi kebakaran pada Ka'bah akibat tembakan peluru pelontar (onager) yang dimiliki pasukan Syam. Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Ka'bah berdasarkan bangunan di masa Nabi Muhammad SAW dan bukan berdasarkan pondasi Nabi Ibrahim. Ka'bah dalam sejarah selanjutnya beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan karena umur bangunan.
Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali ka'bah sesuai pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi Muhammad SAW. namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan ajang bongkar pasang para penguasa sesudah beliau. Sehingga bangunan Ka'bah tetap sesuai masa renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang.

Tidak sampai dengan seni bangunan saja yang berkembang, segaloa macam hal yang berhubungan dengan arsitektur bangunan juga ikut berkembang Karena pola pikir manusia dan rasa dahaga manusia akan sebuah seni terus berkembang

Gerabah
         
Dari zaman megalithikum seni gerabah atau tembikar yang terbuat dari tanah liat juga suah berkembang. Orang Yunani Kuno membuat gerabah untuk penggunaan sehari-hari, bukan untuk dipamerkan; piala menang di game, seperti Amphorae Panathenaic (botol anggur), adalah pengecualian. Sebagian besar hidup tembikar terdiri dari kapal minum seperti amphorae, kraters (mangkuk untuk anggur pencampuran dan air), hydria (tempayan air), persembahan anggur kpd dewa mangkuk, teko dan cangkir. guci pemakaman Painted juga telah ditemukan. Miniatur juga diproduksi dalam jumlah besar, terutama untuk digunakan sebagai persembahan di kuil. Dalam periode Helenistik yang lebih luas gerabah diproduksi, tetapi sebagian besar adalah penting artistik sedikit


Pada periode sebelumnya kota-kota Yunani yang bahkan cukup kecil diproduksi gerabah untuk lokal mereka sendiri. Ini bervariasi dalam gaya dan standar. tembikar Ciri-ciri yang peringkat sebagai seni yang diproduksi pada beberapa pulau Aegean, di Kreta, dan di koloni Yunani kaya Italia selatan dan Sisilia. Dengan periode Klasik kemudian Archaic dan awal, namun, dua kekuatan komersial yang besar, Korintus dan Athena, datang untuk mendominasi. gerabah mereka diekspor seluruh dunia Yunani, mengusir varietas lokal. Pot dari Korintus dan Athena ditemukan sejauh jauh seperti Spanyol dan Ukraina, dan sangat umum di Italia bahwa mereka pertama kali dikumpulkan pada abad ke-18 sebagai “vas Etruscan”. Banyak dari pot adalah produk-produk yang diproduksi secara massal berkualitas rendah. Bahkan, pada abad ke-5 SM, gerabah telah menjadi industri dan gerabah lukisan lagi menjadi suatu bentuk seni penting.

Sejarah Yunani Kuno gerabah dibagi Gaya ke dalam periode:
1.      Yang Protogeometric dari sekitar 1050 SM;
 
2.      Yang geometrik dari sekitar 900 SM;

3.      Akhir geometrik atau Archaic dari sekitar 750 SM;

4.      Gambar Hitam dari awal abad ke 7 SM;

5.      Dan Gambar Merah dari sekitar 530 SM.

Berbagai warna yang dapat digunakan pada pot dibatasi oleh teknologi pembakaran: hitam, putih, merah, dan kuning adalah yang paling umum. Dalam tiga periode sebelumnya, pot dibiarkan warna alami yang ringan, dan dihiasi dengan slip yang menjadi hitam di kiln.


Lukisan
         
Dari zaman prasejarah tepatnya pada zaman mesolithikum ketika dimana manusia masih tinggal dalam goa – goa sudah di kenal istilah lukisan pada dinding meskipun lukisan tersebut masi sebatas ceplakan telapak tangan pada dinding goa Lukisan juga digunakan untuk meningkatkan aspek visual dari arsitektur. Beberapa bagian dari bangunan candi Yunani biasa dicat sejak periode Archaic. polychromy arsitektur tersebut dapat berupa warna-warna cerah langsung diterapkan batu (dibuktikan misalnya pada Parthenon, atau pola rumit, sering anggota arsitektur yang terbuat dari terakota (Archaic contoh di Olympia dan Delphi) Kadang-kadang,. yang terracottas juga digambarkan adegan figural , seperti halnya abad ke 7 SM metopes terakota dari Thermon.
  
Patung

patung Yunani Sebagian besar dicat dengan warna kuat dan cerah. Cat itu sering terbatas pada bagian yang menggambarkan pakaian, rambut, dan sebagainya, dengan kulit kiri dalam warna alami batu, tetapi bisa juga mencakup patung-patung dalam totalitas mereka. Lukisan patung Yunani seharusnya tidak hanya dilihat sebagai peningkatan bentuk patung mereka, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda gaya seni. Misalnya, patung-patung pedimental dari Kuil Aphaia pada Aegina baru-baru ini menunjukkan telah dicat dengan pola tebal dan rumit, yang menggambarkan, antara rincian lain, pakaian bermotif. The polychromy patung batu disejajarkan dengan penggunaan bahan yang berbeda untuk membedakan kulit, pakaian dan rincian lainnya di patung chryselephantine, dan dengan menggunakan logam yang berbeda untuk menggambarkan bibir, kuku, dll pada perunggu berkualitas tinggi seperti perunggu Riace.

Metal figurines

Patung terbuat dari logam, terutama perunggu, adalah sangat umum temukan di tempat-tempat suci Yunani awal seperti Olympia, di mana ribuan benda tersebut, sebagian besar menggambarkan binatang, telah ditemukan. Mereka biasanya diproduksi dalam teknik lilin yang hilang dan dapat dianggap tahap inisial dalam pengembangan patung perunggu Yunani. Motif yang paling umum selama periode geometrik adalah kuda dan rusa, namun anjing, ternak dan hewan lain juga digambarkan. Angka Manusia kadang-kadang terjadi. Produksi votives logam kecil terus berlanjut sepanjang zaman Yunani. Di periode Klasik dan Helenistik, patung perunggu lebih rumit, berhubungan erat dengan patung monumental, juga menjadi umum.


”Ilmu Arsitektur adalah ilmu yang selalu mengikuti sejarah perkembangan manusia. Sejak jaman manusia purba yang tinggal di goa-goa sampai abad ke-21 yang begitu modern, ilmu tersebut masih terus berkembang. Arsitektur adalah hasil dari “dialog” manusia dengan lingkungannya serta budayanya. Sejarah mencatat beberapa peninggalan sejarah seperti Piramid yang dibangun pada masa Fir’aun di Mesir, Kuil Parthenon yang didirikan sebagai tempat persembahan bagi Dewi Athena di Yunani, Bangunan Colosseum sebagai tempat bertarung para Gladiator di Roma, Italia dan masih banyak lagi peninggalan sejarah arsitektur yang tak ternilai harganya. Pada masa lampau banyak raja, kaum bangsawan, maupun orang-orang berpengaruh yang membuat monumen-monumen untuk diri mereka sendiri. Mereka ingin dikenang bahwa mereka telah mencapai “sesuatu yang besar” melebihi orang lain di jamannya”.
        
  Pada zaman purbakala sekali manusia selalu hidup berpindah-pindah dari suatu tempat ketempat lain yang memiliki sumber makanan yang lebih mencukupi, namun lama kelaman manusia sudah mulai hidup menetap dengan membangun rumah sederhana yang hanya beratapkan daun-daun kering. Walaupun demikian berarti ini sudah membuktikan bahwa manusia pada zaman prasejarah sudah mengenal arsitektur walaupun masih sangat sederhana. Kemudian dari rumah yang hanya beratapkan daun-daun itu, manusia  pada zaman berikutnya sudah mendirikan rumah yang sudah agak besar, namun atap yang mereka gunakan masih terbuat dari daun-daun kering. Lama kelamaan manusia semakin berkembang dengan pesat sehingga pada zaman berikutnya manusia sudah menggunakan kayu sebagai atap untuk rumah mereka. Dengan menggunakan kayu, keselamatan mereka akan perlindungan mereka sudah mulai terjamin.

          Pada dasarnya evolusi budaya-lah yang membuat manusia menjadi yang sekarang ini dengan proses yang panjang dan perkembangan pemikiran manusia yang ingin berubah lebih baik dari sebelumnya. Dengan memanfaatkan imajinasi mereka yang menyebabkan perkembangan ilmu dan teknologi dalam era sekarang ini. Dari sifat manusia yang tidak pernah puas ini, maka manusia akan terus mencari jalan agar manusia dapat mencapai kesempurnaan untuk hal-hal yang mereka inginkan. Sehingga kemajuan arsitektur pun tidak akan terhenti begitu saja. Manusia akan membuat arsitektur yang akan mencatatkan sejarah sebagai arsitektur yang luar biasa di masanya. Pertanyaan yang timbul adalah bagaimana jika bumi kita ini sudah rusak dan lahan kita tidak mencukupi lagi akan bangunan gedung-gedung bertingkat, dimana manusia dapat menciptakan sebuah mahakarya jika sebagian manusianya berada dalam garis kemiskinan dan kehancuran.

            Dengan imajinasi dan pemikirin ilmiah manusia yang mendorong perkembangan ilmu dan teknologi dalam era sekarang ini. Dari jaman ke jaman bumi semakin berkembang. Hal ini didukung oleh, manusia yang sudah memiliki pola pikir yang cukup tinggi dan insting yang cukup kuat untuk memajukan dirinya, dan lingkungan yang ditempatinya. Kita sebagai manusia yang menempati lingkungan bumi, kita harus menjaganya dan merawatnya bukan merusaknya. Kita lakukan ini untuk kebaikan bersama agar anak dan cucu kita masi bisa menikmati betap indahnya arsitektur tuhan pada tiap lekukan di permukaan bumi ini.


Kesimpulan
Perkembangan arsitektur telah menjadi bagian dari sejarah kehidupan manusia. Dari zaman purbakala sampai era modern, arsitektur telah berkembang menjadi seni yang indah. Bahkan dengan perkembangan teknologi, arsitektur berkembang dari suatu yang bukan apa – apa menjadi sesuatu yang memiliki arti. Perkembangan arsitektur dipengaruhi evolusi dan sejarah peradaban umat manusia. Oleh karena itu, kita diwajibkan menjaga arsitektur yang indah dan menakjubkan dari zaman purbakala sampai modern agar keindahan tersebut tidak cepat pudar.


0 komentar: